Laman

Kamis, 31 Desember 2015

Racauan: Mengapa Semangatnya Kadang - Kadang

Ayo buat blog, ayo menulis. Jos Semangat

Mengapa kalau semangat hanya sesaat?

Keimanan manusia naik turun. Hal tersebut telah disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam riwayatnya. Begitu pula semangat. Ia juga naik turun. Terkadang kita semangat pada suatu hal, namun setelah menjalaninya semangat itu hilang, hangus, koyak ditelan gelap - gelap sepi. Opo sih

Kalian pasti pernah merasa demikian. Melihat teman punya skateboard, langsung beli skateboard. Lihat teman main duel otak, langsung download. Ada kawan punya pacar, pingin punya pacar. Eh. Mengapa bisa demikian? Tanya kenapa? Jangan tanya saya. Setiap sesuatu ada masanya, setiap masa ada sesuatunya.

Trend. Klaim saya, orang Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sebuah trend. Masa film kartun, semua televisi ramai menyetel film kartun. Jangan muluk - muluk berpikiran karena televisi pro anak, atau tayangan dulu lebih menghibur. Semua karena trend. Semua karena mode, semua karena pasar, semua karena kapitalis liberalis yang mengancam kedaulatan negara Indonesia. Tsaaah, Hidup Khilafah.

Semangat kadang - kadang, juga menghinggapi saya. Seorang remaja tanggung nan tampan yang dikelilingi oleh para perempuan jomblo dan dijomblokan. Pingin buat blog, sudah menulis satu dua kali. Lalu dilanda kemalasan. Tepat 3 blog yang sudah dibuat. Apa isinya? Tidak berlanjut. Mati blognya, dimakan rayap-rayap pixel laptop yang tidak terlihat. Mati blognya, ditertawakan youtube yang disetel berulang-ulang. Mulai Wali hingga Armada, mulai film inspiratif hingga bokep remaja. Astagfirullah

Lalu pertanyaannya mengapa manusia kalau semangat hanya sesaat?
Mungkin anda bisa bertanya kepada teman-teman psikologi. Bagaimana hati dan semangat manusia terhadap sesuatu. Adakah peran hormon didalamnya? Atau bisa bertanya pada sahabat dari sosiologi, tentang pengaruh lingkungan bagi semangatnya manusia.

Mungkin salah satu jawabannya ialah, karena konsisten itu sulit. Tuhan telah berfirman, ia menyukai sesuatu yang kecil tapi konsisten dibanding sesuatu yang besar tapi satu kali. Tuhan sudah mengingatkan, ia tahu hati dan semangat manusia. Makanya konsisten itu berat.

Lalu apa yang mudah?
Yang mudah adalah semangat. Walau semangatnya kadang - kadang, ia harus tetap terjaga. Ayo jaga semangatnya. Supaya semangatnya gak kadang - kadang.

Racauan, 31 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar