Laman

Selasa, 26 Januari 2016

10 September 2012, Jadilah diri sendiri

Hari ini, 26 Januari 2016.
Setelah berkecimpung dengan email dari media partner serta kirim undangan ke seluruh alumni RISMA SMALA. Kembali saya melanjutkan tulisan di blog ini.

Mungkin pernah terpikir diantara kita, blog tulisan kita ini biasa-biasa saja, apalagi saya. Sudah hampir 3 blog yang saya buat. Gonta-ganti konsep sudah biasa. Melihat blog kawan yang satu, isinya bagus dan bermanfaat, ingin merubah konsep seperti itu. Ada juga kawan yang punya blog bicara tentang ide segarnya. Ada juga blog yang dibuat asal-asalan, asal ada yang penting eksis dan bisa nulis. Dari segala refleksi tentang blog dan aktivitas tulis menulis tersebut, sebenarnya saya sudah paham bahwa aktivitas ini hanyalah masalah konsistensi. Tidak lebih. Mau seperti apapun tulisan kamu, ya konsisten saja. Nanti juga bakal berubah, semoga lebih baik tentunya.

Jadi, hari inipun saya memutuskan untuk melanjutkan konsep catatan harian. Masih di buku kecil kuning berbatik, tempat saya menulis harapan dan curhatan. Kini, sudah menuju 10 September 2012.

10 September 2012.

Saya masih ingat ini masa - masa awal kuliah, minggu pertama tepatnya.
Hari itu mungkin hari rabu, pengantar ilmu komunikasi. Bu Dyan Rahmiati namanya, dosen pengantar kami. Ia meminta kami untuk berkenalan satu per satu dengan gaya kami masing - masing. Bagaimana cara saya berkenalan di depan kelas? Hahaha, nanti saja saya ceritakan.

Disana beliau menyampaikan bahwa Ilmu Komunikasi adalah, aahh maaf saya lupa.
Yang saya ingat hanya momen perkenalan itu.

Tapi saya ingat pulangnya, di buku kuning berbatik saya tulis.

"Semuanya disini sama, tidak punya spesialisasi, kamu akan mati"

Mungkin itulah kalimat yang membuat saya seperti ini. Barangkali. Jadilah diri sendiri, dan harus punya ciri khas. Bagaimana ciri khas saya? tanyakan pada teman - teman saja.

Ya, tidak lebih dan tidak kurang seperti yang kamu tebak dan kamu kenal dari saya. hihihi.

Terakhir saya tulis

"Hemat - Hemat"

Begitulah minggu pertama saya, jadi maba. Biasa saja.

Minggu, 24 Januari 2016

27 Juli 2012, Mimpi

Tulisan ini diambil dari buku kuning berbatik.
Ketika baru sampai di Kota Malang,

Sempat teringat, malam pertama di kamar kos.
Terasa sulit untuk tidur. Mungkin masih tidak percaya.
Semua terasa mimpi.

Bicara tentang mimpi,
Mungkin tanpa mimpi saya tidak akan disini.
Saya sudah terbiasa dengan mimpi dan impian.
Mulai dari penyuluh hingga Ketua PSSI, mulai dari pedagang hingga peneliti.
Saya pernah menulis 100 impian, sedikit demi sedikit sudah tercoret.
Bismillah aja deh.

20 Juli 2012, Marhaban Ya Ramadhan

Ramadhan tahun ini spesial, setelah ini saya akan menghabiskan waktu di tanah rantauan.
Targetnya sederhana, perbaiki silaturahim dan khatam Alquran.

Jangan lupa main bersama kawan.
Mataram, Terima Kasih buat semuanya

Kamis, 21 Januari 2016

Senin 18 Juli 2012: Malang

Malang, Universitas Brawijaya.

Disini tempatnya saya akan menghabiskan waktu.
Bismillah.

Malang, kota yang dingin.
Sebelum daftar ulang, saya sempat berkeliling memutari lingkar UB.
Disana banyak ruko dan penjual lalapan.
Tidak ada nasi bungkus, yang ada nasi campur.

Malamnya, saya bertemu kawan.
Ia salah seorang aktivis di Kota Malang. Katanya sih begitu.
Ia banyak bercerita, tentang kehidupan kampus.
Saya langsung diperkenalkan tentang OMEK dan Ideologi.

Waw.

Sekarang saya baru mengingat, bahkan sebelum resmi menjadi maba.
Saya akan dikader.
Hidup Mahasiswa ternyata seru.

Seninnya. Saya masuk sendirian.
Disana saya mengenal Imam. Kelak ia menjadi Ketua Komisariat HMI FISIP.
Pulangnya saya mencari Bayu Satria, ia pun menjadi Ketua Penggerak KAMMI FISIP.
Belum kuliah saya sudah mengenal dua mahasiswa baru yang kelak akan menggerakkan aktivisme di FISIP.

Siangnya kami keluar dari GOR Pertamina.
Kami disambut mahasiswa lama, yang berteriak "FISIP FISIP"
Saya lupa, apakah ada arahan untuk menerima informasi dari luar.
Saya cuek saja, saya diminta nomor hape oleh mahasiswa lama.
Saya kasih saja, baru saya ketahui itu database mereka.

Waktu itu, saya tanya.
Kak, OMEK itu apa?
Mereka kaget.
Hampir saya di kader.
Disana banyak mahasiswa lama berkeliaran.

Kelak tahun berikutnya, saya juga barangkali seperti mereka.
Ternyata tidak. Saya tidak melakukannya.
Imam dan Bayu yang melakukannya.
Mencari massa, mencari kader, mencari aktivis sejak awal.

Hidup Mahasiswa.

Selasa 11 Juli 2012: Siapkan Berkas

Banyak berkas yang harus disiapkan.
Termasuk pembayaran uang kuliah, mahal biaya kuliah.
Percayalah.

Minggu, 8 Juli 2012: Syukuran

Sore ini,

Saya beserta kawan yang lain, syukuran di rumah Ipin.
Ia diterima di Akuntansi Unram.
Malam sebelumnya ia menangis, walau ada sedikit rasa sungkan karena kawan kami yang lain ada yang tidak lulus.

SNMPTN dan bangku kuliah memang gila.
Siapapun tidak menyangka.

Syukuran mengajarkan kita untuk berserah pada yang Maha Mengetahui.

*masih di buku kuning batik yang sama.

Jumat 6 Juli 2012: Pengumuman SNMPTN Tulis

Jadi hari ini, 
Pengumuman SNMPTN Tulis jam 8 Malam. Luar Biasa.

Selanjutnya saya tidak berani membukanya di rumah, walau ada koneksi internet.
Takut, takut tidak diterima, dan orang tua kecewa.

Jam 8 Malam, saya pergi ke warnet.

Alhamdulillah Ya Allah 

Lulus di UB, Komunikasi. Teman - teman juga banyak yg lulus di kampusnya masing - masing.
Thanks Mataram.

312 - 65 - 01156

*sumber: Diari Buku Kuning Batik

Catatan Seorang Mahasiswa

Malam Ini aku punya ide berbeda buat blog ini.

Saya pingin coba untuk menulis seperti Soe Hok Gie. Catatan Seorang Demonstran. Semoga Konsisten dan Istiqomah.

Nanti alurnya maju mundur cantik. Semoga bisa ya, Selamat menikmati.

Buku Catatan Tak Beraturan

Kalau bingung apa yang akan kamu tulis? Coba tengok lagi lemari kamu, disitu ada buku semasa organisasi Sekolah Menengah, kali aja ada yang menarik. Kalau tidak cukup, coba tengok rak buku bagian bawah, disitu ada buku catatan yang tidak beraturan. Buku - Buku semasa organisasi kuliah yang tidak beraturan, menyimpan catatan pertemuan demi pertemuan.

Entah sejak kapan, saya hobi mencatat. Ketika mendengarkan saya mencatat, ketika kuliah saya mencatat, bahkan ketika berbicara saya mencatat. Sayangnya saya tidak dianugerahi bakat menulis indah. Jadi terkesan tidak beraturan.

Coba saja ditengok, buku-buku itu. Ada yang warna kuning tipis, cerita daftar sponsor dan kepanitiaan seminar kemuslimahan. Belum lagi ada buku yang sampulnya telah hilang, itu buku organisasi dua tahun yang bercerita tentang konsep-konsep organisasi. Belum lagi catatan kuliah yang tercampur - campur. Tak beraturan, tapi indah. Penuh garis, penuh cerita. Bercerita banyak hubungan, banyak relasi, bila a menjadi b, dan setelah b berharap c.

Terima kasih Tuhan, telah kau anugerahkan kesempatan untuk mencatat. Setidaknya ada sesuatu yang bisa kukenang.

Malang, 3 Januari 2016.